2 Cara Mencegah Sakit Gigi Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Bagikan ke Facebook
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke Twitter

Sakit gigi anak sering terjadi dan yang paling merepotkan adalah anak jadi tidak mau makan apapun. Tentu itu sangat mengkhawatirkan para orang tua yang sering kebingungan jika anaknya melakukan GTM alias Gerakan Tutup Mulut karena area mulutnya sakit. Gejala sakit gigi anak seperti gusi gatal, nyeri, bengkak, gigi terasa nyeri dan berdenyut hingga menyebabkan demam.

Sakit gigi anak memang umum terjadi, tapi orang tua perlu tahu apa penyebab umum sakit gigi dan cara mencegahnya.

3 Persoalan Umum Sakit Gigi Anak

  1. Tumbuh Gigi

Sakit gigi bisa jadi karena anak mengalami fase tumbuh gigi baru di usia 6 bulan hingga 10-12 tahun. Proses ini melibatkan robeknya gusi, menyebabkan gusi menjadi gatal dan nyeri. Selain itu rasa nyeri wajar dialami anak saat gigi susunya tanggal dan diganti dengan gigi dewasa.

Jika hal ini terjadi, minta anak untuk kumur-kumur air garam 2-3x sehari atau tempelkan es pada tempat gigi dewasa baru tumbuh. Anak juga mungkin jadi malas makan karena gusinya tidak nyaman untuk mengunyah, buatkan agar-agar atau puding atau es krim untuk menyamankan area mulut dan agar setidaknya ada makanan yang masuk.

  1. Gigi Lubang

Gigi berlubang karena anak pasti banyak dan sering mengunyah makanan manis seperti coklat dan permen, minum susu di botol tiap malam juga lama kelamaan bisa menyebabkan gigi rusak dan berlubang. Gigi berlubang tentunya membuat nyeri dan menjadi sensitif terhadap sensasi seperti panas atau dingin.

Jika lubang mencapai lapisan dentin gigi, maka akan semakin nyeri jika kena makanan. Gigi berlubang juga sering terjadi di gigi geraham anak karena paling sering terselip makanan dan mengendap. Nah dari selipan makanan itulah terjadi pembusukan gigi dan bisa mencapai akar saraf gigi yang makin menyakitkan. Selain itu, gigi lubang seringnya terjadi karena kebersihan gigi yang kurang terjaga.

  1. Gusi Bengkak

Pembusukan makanan oleh bakteri mulut tidak hanya bisa membuat gigi berlubang dan menyakiti saraf gigi, tapi juga menimbulkan peradangan gusi hingga bengkak. Pembengkakan tidak hanya terlihat bengkak di gusi tapi juga sampai pipi. Gusi bengkak ini menyulitkan anak untuk makanan karena nyeri sekali sehingga malas makan, badan pun bisa ikut demam karena ada infeksi di bagian tubuh.

2 Cara Mencegah Sakit Gigi Anak

  1. Membiasakan Diet Sehat

Diet sehat artinya atur jenis makanan yang masuk ke mulut anak. Jangan karena anak merengek sedikit, orang tua langsung mengiyakan saja tanpa membantunya untuk disiplin dan hidup sehat sejak dini. Hindarkan terlalu banyak makanan manis, bersoda dan proses olahnya tinggi.

Biasakan anak mendapat makanan yang proses olahnya sederhana, pendek dan senatural mungkin. Lebih baik biasakan anak minum jus buah asli yang dibuat sendiri daripada jus kemasan dimana kandungan gula daripada buah jauh lebih banyak gulanya. Biasakan anak minum jamu dan air putih daripada minum soda. 

  1. Membersihkan dan merawat gigi dengan baik

Hal paling sederhana dari membersihkan dan merawat gigi adalah dengan sikat gigi dua kali sehari. Ajari anak untuk tidak asal menyikat gigi, tapi juga detail sampai ke dalam mulut dan pastikan ia tidak melewatkan satupun bagian gigi. 

Sebelum sakit gigi anak terjadi, lebih baik jika orang tua/caretaker rajin membawa anak ke dokter gigi. Rutin ke dokter gigi untuk memeriksa dan scaling gigi tiap 6 bulan sekali membuat anak terbiasa sehingga tidak perlu ada drama dokter gigi, selain itu memastikan kesehatan mulut dan gigi anak. 

Biaya scaling gigi sangat terjangkau saat ini, perkiraan biayanya sekitar Rp300.000-Rp500.000 tergantung dari saran dokter dan banyaknya karang gigi. Scaling gigi memastikan bahwa gigi anak selalu bebas dari karang gigi yang menyebabkan gusi bengkak.

1 thought on “2 Cara Mencegah Sakit Gigi Anak, Orang Tua Wajib Tahu!”

  1. Pingback: Ternyata Inilah Penyebab Karang Gigi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *